Jumat, 02 April 2010

apa kata dunia??

Ingat markus, setidaknya pasti tertuju pada Gayus. Bagaimana tidak, usia Gayus baru 30 tahun, dan bekerja di Dirjen Pajak 5 tahun sudah memiliki kekayaan yang melimpah, tidak sedikit jumlahnya,25 Miliar. Jumlah sebesar ini seharusnya digunakan untuk kepentingan negara, kepentingan masyarakat. seorang Gayus yang dulunya tinggal di sebuah rumah sangat sederhana sekali dan kemudian menjelma menjadi milyarder dengan memiliki rumah seharga 3 miliar, dan menempati golongan III A,sudah memiliki jumlah harta kekayaan 3 kali lipat dari harta bosnya yang bekerja selama 25 tahun. fenomena ini cukup menyedihkan bagi negara kita.

Gayus sebelumnya pernah diperiksa dengan masalah yang sama, namun entah kenapa lolos dari pemeriksaan dan Gayus pun lari ke Singapura. Setelah itu,nama Gayus mulai mencuat setelah mantan Kabareskrim POLRI komjen polisi Susno Duadji membeberkan keterlibatan salah satu pegawai Ditjen pajak pada satgas mafia hukum. Namun Gayus masih dapat melenggang pergi ke Singapura yang kemungkinan dilakukannya untuk bersembunyi. Dan yang lebih hebat lagi, Gayus dapat melenggang pergi ke Singapura dengan menggunakan paspor palsu, dia merubah nama untuk dapat lolos dan sampai ke tempat tujuannya.
tetapi, pelariannya ke Singapura tidak lama, karena kantor imigrasi indonesia dan Singapura bekerjasama untuk menangkap Gayus. dan sesampainya polisi indonesia di singapura, mereka membujuk gayus untuk kembali ke tanah air untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. gayus pun mengatakan tidak hanya dia sendiri

Pemboikotan untuk membayar pajak dilakukan oleh masyarakat di situs jejaring sosial, ini dilakukan masyarakat dalam upaya mendapatkan keadilan, dimana masyarakat ingin uang yang mereka percayakan dapat digunakan dengan benar.

Membayar pajak sudah merupakan kewajiban bagi warga negara indonesia yang sudah berpenghasilan, dan pajak itu sendiri digunakan untuk membangun berbagai fasilitas yang dapat dinikimati orang banyak. lalu jika pajak yang sudah kita bayar dan kita percayakan diselewengkan, apa kata dunia?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengikut